Tutorial Konfigurasi Routing Statis 3 Router




Halo Sobat, gimana kabarnya? Sehat … ,sudah lama tak berjumpa, disela – sela Prakerin ini, Saya ingin berbagi mengenai Routing Statis, ya walaupun Sobat sudah ada yang bisa maupun belum bisa, untuk yang belum bisa jangan putus asa untuk mempelajarinya dan janganlah gengsi. Langsung saja simak dengan seksama ya …

Apa itu Routing Statis? Routing Statis adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Alat untuk merouting adalah Router dan Routing adalah prosesnya.

Ciri-ciri routing statis adalah sebagai berikut: Jalur spesifik ditentukan oleh admin jaringan, pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin jaringan.

Cara kerja routing statis ada 3 bagian, yaitu:
·        Konfigurasi router yang dilakukan oleh admin jaringan
·        Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari tabel routing
·        Admin Jaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi router dengan routing statis dan routing statis berguna untuk melewatkan paket data yang ada pada jaringan.


Ada beberapa parameter yang ada pada routing, yakni:
·        Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan
·        Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka
·        Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP
·        Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router

Keuntungan Menggunakan Routing Statis :
·       Meringankan kinerja processor router
·        Tidak ada bandwidth yang diguanakn untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket
·        Routing static lebih aman dibandingkan routing dinamis
·        Routing Static kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffik

Kerugian Menggunakan Routing Statis :
·        Administrator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
·        Hanya dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
·        Admisnistrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual
·        Rentan terhadap kesalahan saat entri data routing statis yang dilakukan secara manual.

Berikut jenis perangkat dan jumlah yang diperlukan :
·                     Router-PT Generic (3)
·                     Switch-PT Generic (3)
·                     PC-PT Generic (6)

Berikut interfaces yang diperlukan untuk menghubungkan perangkat satu dengan lainnya :
·                     Cross-Over (Router dengan Router)
·                     Straight (Router dengan Switch)
·                     Straight (Router dengan PC/Laptop)

Berikut jenis perangkat dengan interfaces IP yang perlu dikonfigurasi :
·                     Router0 Fa1/0 - 10.11.12.1/30
·                     Router1 Fa1/0 – 10.11.12.2/30
·                     Router1 Fa2/0 – 10.11.12.5/30
·                     Router2 Fa1/0 – 10.11.12.6/30
·                     Router0 Fa0/0 - 192.168.1.1/28
·                     Router1 Fa0/0 - 192.168.2.1/28
·                     Router2 Fa0/0 - 192.168.3.1/28
·                     PC0 - 192.168.1.2/28
·                     PC1 - 192.168.2.2/28
·                     PC2 - 192.168.3.2/28
·                     PC3 - 192.168.1.3/28
·                     PC4 - 192.168.2.3/28
·                     PC5 - 192.168.3.3/28

Klik pada Router0 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#ip add 10.11.12.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.1.1 255.255.255.240
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Klik pada Router1 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int fa1/0

Router(config-if)#ip add 10.11.12.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa2/0
Router(config-if)#ip add 10.11.12.5 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.2.1 255.255.255.240
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex

Klik pada Router2 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router>en
Router#conf t

Router(config)#int fa1/0

Router(config-if)#ip add 10.11.12.6 255.255.255.252
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

Router(config)#int fa0/0

Router(config-if)#ip add 192.168.3.1 255.255.255.240
Router(config-if)#no shut

Router(config-if)#ex

Klik pada PC0 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar


  

Klik pada PC1 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar



Klik pada PC2 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar





Klik pada PC3 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar



Klik pada PC4 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar




Klik pada PC5 lalu pada tab Desktop pilih IP Configuration. Konfigurasi IP Address, Subnet Mask, dan Default Gateway seperti gambar

 



Jika sudah, lakukan Konfigurasi Routing Statis pada setiap Router tersebut
Klik pada Router0 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 10.11.12.0 255.255.255.252 10.11.12.2
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.240 10.11.12.2
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.240 10.11.12.2

Klik pada Router1 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 10.11.12.1
Router(config)#ip route 192.168.3.0 255.255.255.240 10.11.12.6

Klik pada Router2 lalu ketikkan perintah berikut di mode CLI

Router(config)#ip route 10.11.12.4 255.255.255.252 10.11.12.5
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.240 10.11.12.5
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.240 10.11.12.5

Setelah itu, tes menggunakan simple PDU dan lihat hasilnya successful, jika masih belum successful dan konfigurasi routing statis dirasa sudah yakin benar, maka tunggu beberapa menit saja, karena router membutuhkan proses untuk itu semua.



Mohon maaf jika ada kesalahan pada saat penulisan, maupun kesalahan konfigurasi, dan jika ada silakan komentar di bawah ini

Semoga Bermanfaat …
Salam TKJ … TKJ Sukses …

Syarif Muhammad Abdillah
Manusia sederhana yang baru mengenal linux pada tahun 2017, menyukai hal yang berhubungan dengan server, cloud dan virtualisasi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter